Target MDGs Belum Terpenuhi

Sumber:Suara Pembaruan - 24 September 2008
Kategori:MDG

[NEW YORK] Pencapaian tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals/MDGs) 2015 yang telah ditetapkan dinilai masih belum memenuhi target. Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan tidak terpenuhnya target itu terjadi karena beberapa persoalan, antara lain menyangkut pelaksanaan komitmen dari negara-negara maju maupun berkembang. Belum terpenuhi target itu juga disebabkan sejumlah perkembangan eksternal, seperti krisis energi, krisis pangan, ataupun krisis keuangan.

Sekjen Ban Ki-moon meminta para pemimpin negara-negara memanfaatkan High Level Meeting on MDGs pada tanggal 25 September men- datang untuk mempertegas kembali komitmen yang ada serta mencari terobosan-terobosan baru. Sehingga, gerak ke arah pencapaian tujuan MDGs diharapkan bisa tercapai. Di sisi lain, komunitas internasional diharapkan menggalang kerja sama yang seluas-luasnya guna mengatasi berbagai krisis, mulai dari krisis pangan hingga keuangan global, yang menyebabkan pencapaian tujuan MDGs menjadi terkendala.

"Krisis keuangan global membahayakan seluruh kinerja PBB," ungkap Sekjen Ban dalam pidato pembukaan Sidang Majelis Umum PBB ke-63 di New York, AS, Selasa (23/9).

Wartawan SP Elly Bur- haini Faizal melaporkan, tidak kalah memprihatinkan, krisis pangan global juga belum sepenuhnya bisa teratasi. "Mungkin, krisis pangan telah lenyap dari berita-berita utama media massa. Tetapi, patut dicatat faktanya, pada tahun 2007 harga beras sebesar US$ 330 per ton. Hari ini, harganya mencapai US$ 730 (per ton)," tegas Ban, mengawali pembukaan rangkaian sidang yang mengambil topik "Impact of Global Food Crisis on Poverty and Hunger in the World as Well as the Need to Democratize the United Nations."

Disebutkan, dalam tahun yang sama, harga bahan-bahan kebutuhan pokok pangan yang memberi makan separuh dunia harganya sudah meningkat dua kali lipat. Respons global sebenarnya telah dilakukan di bawah kepemimpinan PBB. Solusi keempat bahkan telah dipersiapkan oleh Gugus Tugas PBB untuk Krisis Pangan Global.

Komunitas internasional, menurut Ban, juga belum dapat menyelaraskan antara kata-kata dengan perbuatan. Komitmen bantuan yang sudah disepakati sebelumnya ternyata belum implementatif.

Sementara itu, akibat ketidakhadiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah wartawan dari media massa Indonesia, termasuk SP, tidak diperbolehkan mengikuti langsung jalannya sidang dan hanya diperbolehkan memantau penyampaian pidato para kepala negara melalui layar televisi dari media center.

Secara terpisah, Dirjen Multilateral Deplu RI Rezlan Ishar Jenie sepakat, bahwa PBB tidak bisa sendirian menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dunia saat ini. Oleh sebab itu, pencapaian tujuan MDGs akan diupayakan dengan memadukan kekuatan di antara pemerintah, masyarakat sipil, perusahaan-perusahaan swasta, serta kalangan filantropis.

Dalam beberapa tujuan yang menjadi target MDGs, peran masyarakat sipil cukup besar. Misalnya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Begitu pula pergerakan masyarakat sipil di tingkat akar rumput untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. "Mengacu catatan Bappenas dan PBB tentang capaian-capaian MDGs, ada beberapa target yang sudah berhasil dicapai. Tetapi, ada banyak pula yang masih membutuhkan berbagai perbaikan," kata Rezlan.



Post Date : 24 September 2008