Tarif Tak Naik PDAM Rugi

Sumber:Suara Merdeka - 15 Februari 2005
Kategori:Air Minum
UNGARAN- PDAM Ungaran dalam lima bulan ke depan dipastikan merugi dan terancam bangkrut. Itu jika harga tarif dasar air tidak dinaikkan.

Padahal, air yang dipasok ke rumah-rumah warga tersebut dibeli PDAM dari PT Sarana Tirta Utama (STU) dengan harga beli Rp 350/m3 pada tiga bulan pertama. Setelah itu, pihak PDAM harus membeli Rp 500/m3.

''PDAM menjual ke warga hanya Rp 320/m3. Bila tarif tak dinaikkan, maka dalam 5 lima bulan ke depan akan merugi dan terancam bangkrut,'' kata Plt Direktur PDAM Suhirna usai audiensi dengan Komisi B DPRD baru-baru ini.

Proses kerja sama antara PDAM dengan PT STU tersebut, menurut Ketua Komisi B Syaiful Hidayat belum genap setahun. Untuk mencapai BEP atau modal kembali, menurut Suhirna, seharusnya PDAM menjual Rp 1000/m3.

''Kalau kami kenakan biaya yang tinggi, nanti akan timbul gejolak. Rencananya kami menaikkan tarif hingga 140%,'' ujar dia.

Meski saat ini rugi, pihaknya tetap optimis di masa mendatang akan mendapat untung. Untuk menutup kerugian tersebut saat ini PDAM masih memiliki jumlah tagihan lebih kurang Rp 1 miliar.

''Kami akan menagih para pelanggan di kabupaten ini yang masih menunggak hingga sekitar Rp 1 miliar,'' jelasnya.

Selain kerugian kompensasi jual beli tersebut PDAM juga mengalami kebocoran sekitar 35 hingga 40% air. Pihaknya juga tidak keberatan bila dituntut untuk meningkatkan pelayanan sebelum menaikkan tarif.

Kebocoran

Ketua Komisi B DPRD Syaiful Hidayat mengatakan bila kondisi tersebut tidak segera dibenahi pihaknya sangat yakin PDAM akan terus merugi. ''Kalau beli dari STU Rp 350/m3 terus dijual ke warga Rp 320/ m3 berarti PDAM rugi. Belum lagi adanya kebocoran air sekitar 30 %'' paparnya.

Untuk menutup kerugian tersebut memang salah satu cara yang ditempuh adalah menaikkan tarif dasar air. Namun PDAM diminta mengubah image dan melakukan tugas dengan jujur dan baik.

''Bila ini dipenuhi otomatis kinerja dan pelayanan kepada masyarakat juga baik.''

Sementara Ketua Komisi A dokter Anis Supriyadi tidak sepakat bila PDAM menaikkan tarif air hingga 140%. ''Kerja sama awalnya bagaimana kok bisa merugi seperti itu? Saya kurang sepakat bila masyarakat kecil yang menjadi korban dengan adanya peningkatan tarif air itu.'' (rny-91)

Post Date : 15 Februari 2005