Wali Kota Setujui Penggunaan Kembali TPA Leuwigajah

Sumber:Kompas - 1 April 2005
Kategori:Sampah Luar Jakarta
Bandung, Kompas - Wali Kota Bandung Dada Rosada, Kamis (31/3), mengaku setuju jika eks-TPA Leuwigajah, Kota Cimahi, kembali digunakan untuk TPA terpadu bagi wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Garut, dan Kota Cimahi.

Meski demikian, kata Dada, pihaknya masih menunggu hasil kajian serta kesepakatan Gubernur Jawa Barat dengan pemerintah lima kabupaten/kota tersebut.

"Kalau TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah ternyata memungkinkan digunakan, akan dipakai untuk TPA terpadu. Tetapi, kalau tidak memungkinkan dipakai, akan diperbaiki," katanya.

Penggunaan TPA terpadu Bandung Raya disepakati sebagai solusi pengelolaan sampah pascabencana longsor di TPA Leuwigajah, 21 Februari lalu. Longsor di TPA Leuwigajah memperlebar lahan TPA dari yang semula 25 hektar menjadi 43 hektar.

Sebelumnya telah disepakati penggunaan tiga lokasi untuk TPA terpadu Bandung Raya, yaitu di Desa Cijapati, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Garut. Selain itu, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung; dan Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Kepala Subbidang Sarana dan Teknologi Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jawa Barat Ratno Sadinata menilai, secara teknis eks-TPA Leuwigajah masih layak digunakan mengingat pernah dilakukan studi kelayakan sehingga penelitian dan persiapannya cenderung lebih singkat dibandingkan dengan tiga calon TPA Bandung Raya lainnya yang masih memerlukan kajian awal.

Meskipun demikian, penggunaan eks- TPA Leuwigajah tidak begitu saja dapat dilakukan karena penolakan masyarakat masih tinggi.

Kalaupun TPA Leuwigajah akan digunakan kembali, pemerintah terlebih dahulu harus menuntaskan penyaluran dana kompensasi bagi korban bencana longsor serta menyelesaikan pengalihan tanah dan rumah milik masyarakat.

Selanjutnya dibutuhkan sejumlah perbaikan lokasi lahan TPA Leuwigajah, di antaranya pengalihan air sungai, pembuatan dinding penahan, kompos, dan pemasangan lapisan kedap air. Ia memperkirakan, persiapan TPA Leuwigajah memerlukan waktu sekitar satu tahun.

Bantuan angkutan

Ratno mengingatkan, Pemerintah Kota Bandung perlu bertindak cepat untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung. Hal ini mengingat peringatan ke-50 Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April mendatang sudah semakin dekat.

Dijadwalkan, Jumat ini Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung akan mulai menyalurkan sampah ke TPA Cicabe dan TPA Pasir Impun, Kecamatan Cicadas, yang dijadikan tempat pembuangan sementara untuk kurun waktu satu bulan.

TPA Cicabe ditargetkan menampung 1.500 meter kubik sampah, sedangkan TPA Pasir Impun menampung 500 meter kubik sampah per hari. TPA Jelekong, yang telah digunakan, ditargetkan menampung 2.000 meter kubik sampah per hari. Jadi, sisa sampah yang tidak terangkut berkurang menjadi 3.500 meter kubik per hari.

Untuk pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sampah sementara (TPS), PD Kebersihan Kota Bandung akan dibantu oleh perusahaan swasta, di antaranya PT Istana Group yang akan mengangkut sampah dari sembilan TPS di Kota Bandung. Selain itu, PT Anugerah Parahyangan akan mengangkut sampah di wilayah Jalan Sudirman dan Simpang Dago.

Pengangkutan sampah diprioritaskan dari 22 TPS di Kota Bandung, di antaranya meliputi kawasan Tegallega, Pasar Induk Ciroyom, Sudirman, Ciroyom, Simpang Dago, Cicadas, dan Buah Batu. (lkt)



Post Date : 01 April 2005