Warga Berharap Pindah ke Lokasi Tinggi

Sumber:Kompas - 21 Agustus 2010
Kategori:Banjir di Jakarta

Jakarta, Kompas - Warga korban banjir di Jakarta Selatan berharap dapat pindah ke lokasi yang lebih tinggi, tetapi bukan berarti digusur ke kawasan pinggiran. Hal itu mengemuka dari warga Pesanggrahan, Petogogan, Kemang, dan Gandaria yang pada Selasa (17/8) kebanjiran

”Kebanjiran setiap kali hujan deras jelas tidak enak. Kami bukannya tidak mau ditata, tidak mau pindah ke rumah susun. Cuma, ada tidak rusun di dekat sini,” kata Rukmini, warga Kelurahan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat.

Saat hujan deras mengguyur Jakarta dan Bogor, Selasa lalu, aliran Kali Krukut meluap dan sebagian kawasan Kemang, termasuk Jalan Kemang, tergenang cukup dalam. Bahkan, Jalan Kemang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.

Perumahan Kompleks Ikatan Keluarga Pegawai Negeri (IKPN) di Bintaro, Pesanggrahan, terendam hingga 2,5 meter karena tanggul Kali Pesanggrahan jebol.

”Katanya, tanggul akan diperbaiki permanen dan kawasan ini mau ditata. Saya juga ingin pindah ke tempat yang aman, yang lebih tinggi,” kata Ima, warga Kompleks IKPN.

Permintaan Rukmini dan Ima sederhana saja, disediakan rusun dekat tempat tinggal mereka sebelumnya. Luas ruangan juga diharapkan ideal untuk sebuah keluarga yang minimal memiliki empat anggota keluarga.

”Masak iya, kami berlima yang sekarang menghuni rumah tipe 48 harus mau dipaksa pindah ke rusun tipe 21 atau 36. Itu berarti menyengsarakan warganya,” kata Ima.

Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna dan Nirwono Yoga mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah kota di bawahnya diharapkan segera menyediakan rusun atau apartemen murah yang layak bagi warganya. Pembangunan rusun dan apartemen murah tidak memerlukan lahan luas mengingat keterbatasan lahan di DKI.

Menurut mereka, penataan kota, khususnya menata permukiman berupa bangunan vertikal, paling tepat untuk kota besar seperti Jakarta. Program itu sudah ada, seperti tertuang dalam program 1.000 menara di Jakarta. Namun, program itu ternyata tidak tepat sasaran. Para penghuni rusun umumnya bukan berasal dari kawasan rawan banjir. Selain itu, pembangunan rusun untuk memenuhi kebutuhan Jakarta diragukan kelangsungannya. (NEL)



Post Date : 21 Agustus 2010