Warga Depok Mengeluh Sampah tidak Diangkut

Sumber:Media Indonesia - 22 Oktober 2007
Kategori:Sampah Jakarta
DEPOK (Media): Banyak warga di Kota Depok mengeluhkan bau busuk sampah yang tidak diangkut petugas Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) pasca-Idul Fitri 1428 Hijriah. Sampah-sampah yang berasal dari rumah tangga dan pasar itu dibiarkan menumpuk dan bahkan berserakan di jalan-jalan.

Menurut pemantauan Media Indonesia sejak beberapa hari terakhir, sampah-sampah yang menggunung dan berserakan di jalan, misalnya, terjadi di Jalan Merdeka, sekitar 50 meter dari Kantor Unit Kecelakaan Polres Metro Depok dan Kantor Kecamatan Sukma Jaya. Tumpukan sampah mencapai sekitar 5 meter. Kondisi itu juga terjadi di Jalan Proklamasi, depan areal Pasar Agung.

Sambudi, 35, warga Jalan Proklamasi, menuturkan sampah-sampah di dua lokasi itu dibiarkan petugas sejak Lebaran lalu. Ia mengaku kepalanya pusing dan perutnya mual-mual bila melintas di jalan itu. "Gimana enggak pusing dan mual, wong baunya menyengat," ujar Sambudi kepada Media Indonesia.

Atas kondisi tersebut, ia menilai DKLH harus bertanggung jawab karena sampah di bawah pengelolaannya. Kinerja DKLH dinilainya tidak profesional karena hanya mencari keuntungan dari sampah.

Padahal, warga yang tinggal di perumahan rutin membayar retribusi Rp7.000 per KK per bulan. Sebelum Lebaran pun, petugas kebersihan meminta THR dari warga. "DKLH jangan hanya mikirin duit. Dampak negatif dan kesehatan lingkungan juga harus diprioritaskan."

Ia juga menilai tekad Pemkot Depok untuk meraih Piala Adipura masih jauh dari harapan. "Bagaimana mungkin bisa meraih piala bergengsi di bidang kebersihan lingkungan itu kalau mengatasi masalah sampah saja tidak mampu," ujarnya.

Saat menanggapi keluhan dan kritik warga, Kepala DKLH Kota Depok Walim Herwandi berdalih tukang gerobak yang biasa mengangkut sampah belum kembali mudik Lebaran. Yang mengangkut sampah permukiman dan stasiun kereta api adalah tukang gerobak yang dikoordinasi pengurus RT dan RW berjumlah ratusan orang.

Penegasan Walim dibantah Yeni Nurbani, warga Pondok Tirta Mandala, Sukamaju. Menurutnya, masalah sampah tidak dikoordinasi RT. Petugas Dinas Kebersihan sendiri yang otomatis mengangkutnya dengan menggunakan mobil truk dari instansi tersebut.

"Jadi gak betul kalau tukang gerobak yang mengangkut sampah di perumahan-perumahan," tuturnya. (KG/J-3)



Post Date : 22 Oktober 2007