Warga Sering Minum Air Mentah

Sumber:Jawa Pos - 11 Juli 2008
Kategori:Sanitasi

BONDOWOSO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso akhirnya menetapkan penyakit muntaber (muntah dan berak) yang menyerang 63 warga Desa Kupang, Kecamatan Pakem, sebagai status kejadian luar biasa (KLB). Pasalnya, kasus muntaber yang menyebabkan 33 orang rawat inap dan 30 rawat jalan itu, terjadi tiga kali lipat dalam dua hari dari kasus yang pernah terjadi di beberapa desa di Bondowoso tahun lalu.

Kepala Dinkes Bondowoso Agus Suwardjito mengatakan, penyakit muntaber tersebut pernah terjadi di Bondowoso. Namun, berjangkitnya tidak seperti yang menimpa warga Desa Kupang. "Karena di Kupang menyerang banyak korban dengan cepat, kami menetapkan sebagai KLB," katanya kemarin.

Penetapan status KLB itu, juga didasarkan penyebab muntaber menyerang puluhan warga dalam dua hari itu. Sebab, bakteri penyebab muntaber di Kupang tergolong lebih berbahaya daripada bakteri e-coli.

Dari hasil laboratorium kesehatan terhadap sampel swab - dubur penderita, kata dia, menyebutkan bakteri yang menyebabkan warga Kupang terserang muntaber adalah febrio cholera. "Bakteri ini lebih berbahaya dari bakteri e-coli yang ada di air," jelas Agus.Hingga siang kemarin, tidak ada tambahan penderita muntaber. Dari 33 orang yang menjalani rawat inap di Puskesmas Pakem, kini tinggal 9 orang. Sebanyak 24 orang sudah pulang ke rumah masing-masing karena penyakit muntabernya sudah pulih. "Namun, warga yang pulang tetap rawat jalan, sama dengan 30 orang yang sebelumnya hanya rawat jalan," katanya.

Dalam kasus muntaber yang ditetapkan status KLB ini, seluruh warga Desa Kupang yang menjalani rawat inap dan rawat jalan mendapatkan pengobatan gratis dari dinkes. "Wabah muntaber ini kan KLB, sehingga biaya pengobatan bagi penderita digratiskan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya wabah muntaber menyerang warga Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Bondowoso. Akibatnya, 33, warga desa harus rawat inap di Puskesmas Pakem dan 30 lainnya rawat jalan. Penderita muntaber itu terdiri balita, anak-anak, dan orang dewasa.

Wabah muntaber bermula dari enam warga desa rawat inap di Puskesmas Pakem 6 Juli lalu karena terkena diare disertai muntah. Besoknya, jumlah penderita penyakit sama menjalani rawat inap bertambah 33 orang rawat inap dan 30 orang rawat jalan. (ido)



Post Date : 11 Juli 2008