Sanitasi

Halaman : 2
Menampilkan 21 - 40 dari 1128 data

Inilah Bus Pertama Bertenaga Kotoran Manusia

Bus pertama yang menggunakan tenaga berasal dari kotoran manusia (feses) di Inggris, Bio-Bus, telah mulai melakukan perjalanan pertamanya. Bus dengan 40 kursi itu telah mulai mengangkut penumpang dari Bandara Bristol ke Bath, sejauh 20 mil atau 32 kilometer.

Masa Depan Bangsa Ditentukan dari Toilet Penduduknya

Toilet umum itu berdiri di atas tanah tak datar, sekitar dua meter dari permukaan sungai. Ada tiga bilik, masing-masing seluas satu meter persegi. Dua bilik menggunakan kloset jongkot, sementara bilik satunya tanpa kloset.

Toilet Murid dan Guru di Sekolah Harus Sama Bersihnya

Kurangnya kesadaran akan toilet yang bersih tak hanya ditemukan di tempat umum, tetapi juga di sekolah-sekolah. Hal ini menyebabkan anak-anak rentan terserang penyakit seperti diare. Dampak jangka panjang, prestasi di sekolah bisa menurun akibat anak-anak menjadi jarang masuk ke sekolah karena sakit.

Akses Sulit Hambat Kelayakan Sanitasi di Pedesaan

Berdasarkan laporan WHO baru-baru ini, peningkatan kelayakan sanitasi dan akses air bersih di suatu negara tetap akan terhambat meskipun bantuan dana terus diberikan. Sebab, kesenjangan antara akses air bersih dan sanitasi di desa dan kota masih tinggi.

'Toilet Sudah Dibuat, Belum Tentu Masyarakat Indonesia Mau Pakai'

Pembuatan toilet sering dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah buang air besar (BAB) sembarangan di masyarakat. Sayangnya, yang terjadi justru tak selalu seperti itu.

'Tinju Tinja', Kampanye Unik UNICEF Untuk Perangi BAB Sembarangan

Data dari WHO menunjukkan bahwa sebanyak 88 persen angka kematian anak akibat diare disebabkan oleh sulitnya mengakses air bersih dan buruknya sistem sanitasi. Menanggapi hal ini, UNICEF pun membuat kampanye bertajuk 'Tinju Tinja'.

Indonesia di posisi kedua dunia soal BAB sembarangan

Hasil riset gabungan antara UNICEF dan WHO, Joint Monitoring Program 2014, sebanyak 55 juta orang di Indonesia melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan menempatkan Indonesia di posisi kedua tertinggi dunia setelah India. 

BAB Sembarangan, Indonesia di Urutan Kedua

MASALAH Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menjadi salah satu masalah yang sulit diberantas. Mirisnya perilaku ini justru menjadi budaya tidak baik yang dapat berujung pada kematian.

Miris, Orang Melek Internet Anggap BAB Sembarangan Hal Positif

Bagi sebagian besar masyarakat modern yang sudah mengenal teknologi internet seyogianya sudah mengetahui bahwa tempat tepat untuk buang air besar (BAB) yaitu di kamar mandi. Namun, sebuah temuan mengejutkan didapatkan oleh UNICEF Indonesia, dimana masih banyak orang modern yang menganggap BAB sembarangan merupakan hal positif.

BAB Sembarangan di Perkotaan Juga Tinggi

Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi budaya masyarakat Indonesia. Bahkan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi setelah India dalam perilaku BABS. Kesulitan mengakses air bersih dan keterbatasan sistem sanitasi sering menjadi permasalahan budaya BABS di pedesaan. 

Buang Hajat Sembarangan Bisa Sebarkan Ebola

PBB menyerukan agar dihentikannya praktek buang air besar sembarangan di lahan terbuka, karena mencemaskan kebiasaan ini bisa mendorong meluasnya penyebaran wabah ebola.

Penyakit yang Mengintai Anak Jika Toilet Sekolah Kotor

Anak-anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Di sela-sela belajar dan kegiatan ekstrakurikuler, mereka bisa satu sampai tiga kali ke toilet di sekolah. Sayangnya masih banyak toilet di Jakarta maupun di daerah  yang tidak bersih dan higienis.

Kebersihan Toilet Belum Jadi Prioritas

Pernahkah Anda menemukan kamar mandi atau toilet yang kotor, bau tak sedap, kurang air, atau jorok? Ini adalah contoh dari sanitasi yang buruk.

40 Persen Penduduk Tak Punya Akses Sanitasi Layak

Data dari Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan, sebanyak 40,2 persen penduduk di Indonesia, belum mendapat akses sanitasi dan air minum yang layak.

Kisah Warga Australia Memperbaiki Toilet di Mongolia

Tanggal 19 November diperingati sebagai Hari Toilet Dunia, sebuah pengingat bahwa 2,5 milyar orang di seluruh dunia tak memiliki akses sanitasi yang layak. Warga Australia, Sam Barnes, menjadi relawan lembaga PBB UNICEF di Mongolia, yang akses toiletnya cukup langka.

90 Persen Toilet Sekolah di Jakarta Mengundang Penyakit

Toilet merupakan salah satu area yang menjadi sarang berbagai macam bakteri. Tidak hanya toilet di rumah, kebersihan toilet sekolah anak Anda pun harusnya sama bersih. Tolak ukur baik atau buruk area sanitasi, bisa terlihat dari tingkat kehigienisan kakus. Hal ini sangat memengaruhi pada kesehatan dan kemampuan anak dalam mengikuti proses belajar di sekolah.

Perilaku BAB di Jamban Meningkat

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Prof dr Tjandra Yoga AditamaSpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE, angka peningkatan perilaku BAB di jamban mencapai 11 persen dari sebelumnya.

Proyek untuk Sanitasi Lebih Baik di Masa Depan

Dira Noveriani, 17 tahun, relawan organisasi nirlaba yang menyediakan pendidikan berkualitas untuk anak-anak jalanan di Jakarta, terpilih mewakili anak Indonesia punya gagasan meraih mimpi dalam Project Sunlight dari PT Unilever Indonesia Tbk.

Duta Sanitasi Nasional Realisasikan Program Kerja

Sabrina Salwa Sabila (13), siswi kelas IX Ruang 1 SMPN 1 Sampit, mulai melaksanakan program kerjanya sebagai Duta Sanitasi Nasional Tahun 2014. Sesuai janjinya saat memaparkan program kerja pada Jambore Duta Sanitasi di Jakarta, 15-24 Juni 2014 lalu, remaja yang akrab disapa Salwa ini melakukan sosialisasi di sekolah sampai ke panti asuhan.

Ahok, Jokowi, dan Kamar Mandi yang Basah

Pada sebuah kesempatan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kedatangan sejumlah siswa sekolah dasar (SD) yang menjadi delegasi Konferensi Anak Indonesia 2014. Ahok menerima mereka di Balairung Balaikota, Jakarta. Salah seorang anak itu bertanya, “Pak Ahok, kenapa WC di Jakarta basah semua?

Prev 1 2 3 4 5 6 7... 57Next

Terpopuler di Sanitasi

Septic Tank pun Harus Sesuai Standar

Kategori : Kumpulan Berita - Kliping - Sanitasi

Perilaku Hidup Sehat di Jabar Rendah

Kategori : Kumpulan Berita - Kliping - Sanitasi

Edukasi Sanitasi lewat Lomba Karya Tulis dan Poster

Kategori : Kumpulan Berita - Kliping - Sanitasi

Sanitasi Kantin Buruk, Jajanan Sekolah Tak Sehat

Kategori : Kumpulan Berita - Kliping - Sanitasi

Soal Sanitasi, Pemkab Tanjabtim akan Lakukan Studi EHRA

Kategori : Kumpulan Berita - Kliping - Sanitasi




Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT